Bismillah...Bismillah...Bismillah

Hari ini ku bertemu teman lamaku
adek kelas yg memiliki segudang preatasi di atasku
membaca namanya, awalnya berpikirlah aku
siapakah yang mengajukan saran tuk menjadi temanku
sejenak setelah renungku
kutemukan satu wajah,
satu bayangan,
satu jawaban
dia benar-benar adek kelasku
di maroko dia menuntut ilmu
sebelum itu...
dia menempuh perjalanan yang bukan hanya itu
dalam detik waktu
muncullah rasa penasaranku
subhanallah...,
dalam hati muncul lantunan takjubku
quran dan hadist adalah dua hal yang ia tuju
meski harus menempuh lembah pasir berdebu
negeri nan jauh
tempat yang tak kenal kata mengeluh
jalur ulama mengais wahyu
di hamparan bukti sejarah yang telah layu
seketika itu
ku melihat ke dalam diriku
seperti apa aku
siapa aku
apa tujuanku
apa usahaku
sekeras apa perasan keringatku
seberapa banyak waktuku
astaghfirulloh
dalam sadarku
ku termangu
melantunkan maaf kepada Rabbku
atas terbuangnya nikmat atasku
bukan karena keadaan
bukan sekedar halangan
namun semata-mata kelalaianku
Bangkit...bangkit...bangki
bismillah...bismillah...bi
laa haula wa laa quwwata illa billah
ridloka mathlubuna
atuubu ilaika taubatan nasuuha
menetes air mataku
bergetar bibirku
merinding seluruh tubuhku
terangkum dalam alam bawah sadarku
Syukron katsiron.... sahabatku
Samsul Hidayat...
[Pandan aran-yogyakarta, 1 Mei 2009]




